Translate / Version :

Tampilkan postingan dengan label Internet Murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet Murah. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 26, 2008

Setting WRT Linksys 54 G

Langkah – langkah setting WRT



Nyalakan WRT dan hubungkan dengan computer melalui kabel LAN
Buka WEB Browser (Internet Explorer)


Ketikan di Address Default IP-nya (Linksys WRT adalah 192.168.1.1)
Muncul kotak seperti pada gambar 1. Kotak User name dikosongi
masukkan passwordnya (admin) lalu klik OK


Hostname : Biarkan kosong
Domain name : Biarkan kosong
Local IP Address : ganti segmentnya terserah anda ( ex. 192.168.121.3 )
Subnet mask : 255.255.255.0
DHCP server : Enable (Agar AP dapat mengakses ke provider dengan IP otomatis)
Starting IP Address : untuk menunjukkan apabila diakses lewat wireless maka penomorannya akan mulai dari angka yang kita isikan
Maximum od DHCP number : untuk membatasi jumlah users yang mengakses lewat wifi
Static DNS : Isikan sesuai dengan DNS dari Provider-nya
(Apabila tidak saya terangkan diatas, maka jangan dirubah-rubah)
Setelah itu klik Save Setting



Dan setelah klik continue maka anda akan disuruh memperbarui IP local anda menurut domain yang telah anda masukkan di ip wrt
Klik OK

Ubah IP local
Start – Control panel – Network and internet connection – network connection – klik2x pada icon network – klik properties – pilih TCP/IP – klik properties – isi / ubah IP sampai dengan DNS sesuai yang diisikan di WRT. ( Khusus IP dan Gateway, segment-nya harus sama, akan tetapi penomoran terakhir harus berbeda) – klik ok.

Masuk ke web bowser lagi dan ketikkan IP sesuai segment yang telah diisikan.
Apabila berhasil masuk ke WRT, maka sudah selesai penyettingan WRT-nya. (user name dan password masih sama dengan yang default)
Apabila gagal, maka kita harus reset ulang radio WRT-nya. Dan kita setting ulang lagi dari awal

SELAMAT MENCOBA

Read more...

Senin, Mei 19, 2008

Latar belakang pembuatan RT/RWnet

Strategi Membangun Infrastruktur Telekomunikasi Rakyat

Sweeping terharap VoIP maupun Internet Wireless di 2.4GHz tanpa dasar hukum yang disepakati oleh rakyat, menyebabkan belakangan ini dunia telekomunikasi harus prihatin melihat tingkah para birokrat, penguasa & aparatnya yang lupa daratan, cenderung arogan dan lupa akan siapa yang menggaji mereka selama ini.

Sialnya, para petinggi & birokrat dengan mudah cuci tangan dari tanggung jawab akan tindakan aparatnya di lapangan. Sungguh memalukan! Shame on you!
Jika saya perhatikan, penguasa & aparatnya lebih suka melakukan penggerebekan pada instalasi besar milik operator, pengusaha besar dll. yang akan menghasilkan uang / barang / harta palakan yang besar. Strategi perang gerilya / semesta telekomunikasi, dengan cara membangun infrastruktur telekomunikasi rakyat. Infrastruktur telekomunikasi rakyat disini bukan infrastruktur publik dan sama sekali tidak bertumpu pada operator telekomunikasi yang ada sekarang ini, tapi betul-betul di bangun oleh rakyat, dari rakyat, untuk rakyat. Sudah tentu karena keterbatasan modal bentuknya sangat kecil-kecil, berupa WARNET, RT/RW-net, internet tanpa kabel dll. Tapi karena teknologinya sangat sederhana, sangat mudah untuk mengkaitkan serpihan-serpihan ini menjadi sebuah kesatuan yang besar. Istilahnya sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia.
Bagaimana jika penguasa & aparatnya berusaha memblokir / menyunat infrastruktur rakyat ini? Memang dalam sebuah perjuangan akan terjadi korban, tetapi apakah penguasa mampu mengebiri ribuan instalasi infrastruktur rakyat? Apakah penguasa mempunyai cukup tenaga / sumber daya manusia? Belum resiko menghadapi perlawanan rakyat & media yang jelas akan memojokan penguasa? Dengan perhitungan sederhana akan terlihat bahwa penguasa yang jumlah personil maupun pamor-nya jauh berada di bawah jumlah rakyat, akan sangat mudah di tumbangkan oleh keberadaan infrastruktur telekomunikasi rakyat. Strategi perang semesta telekomunikasi rakyat akan merupakan strategi yang paling ampuh melawan & memojokan arogansi penguasa.
Secara hukum, infrastruktur telekomunikasi rakyat, seperti RT/RW-net, Mall-net, Perkantoran-Net, Kecamatan-Net, Kelurahan-Net, Pendidikan-Net merupakan infrastruktur telekomunikasi yang paling bebas, bahkan sering kali dapat di bangun tanpa perlu ijin sama sekali. Contohnya, hanya penguasa yang sangat gila yang akan mengharuskan ijin penyambungan dua (2) komputer di rumah yang bertetangga. Hanya penguasa yang gila yang mengharuskan ijin bagi penggunaan internet telepon di rumah kita masing-masing. Kita perlu menyadari bahwa sebetulnya kita merdeka, terutama jika kita membangun infrastruktur kecil & merakyat karena akan sangat sulit di jangkau oleh tangan aparat penguasa. Dengan keterbatasan yuridis formal yang ada, penguasa hanya akan menjamah instalasi / infrastruktur publik, tapi tidak pada infrastruktur non-publik (privat).
Basis utama teknologi infrastruktur rakyat ini adalah komputer (PC), teknologi LAN, teknologi internet wireless & internet telephony. Investasi yang dibutuhkan menjadi sangat murah, bahkan lebih murah daripada sebuah WARNET karena beban investasi di tanggung oleh masing-masing rumah / kantor. Memang demikian adanya untuk sebuah RT/RW-net, beban investasi peralatan menjadi sangat murah.
Secara umum dapat di gambarkan secara berurutan, di ujung pengguna kita dapat menggunakan komputer (PC) biasa. Jika dibutuhkan dapat di sambungkan ke peralatan VoIP seperti Internet Phonejack, Internet Linejack, voipblaster yang harganya US$30-an agar kita dapat menelepon menggunakan handset telepon biasa. Untuk sebuah kecamatan di pedesaan hal mungkin hanya dapat diganti menjadi sebuah peralatan VoIP gateway yang murah dari planet (www.planet.com.tw) yang di sambungkan pada peralatan PABX & handset telepon biasa agar pengguna di pedesaan tersebut dapat tersambung ke jaringan telepon tanpa perlu tahu bahwa mereka menggunakan VoIP & komputer. Jadi hanya dibutuhkan beberapa puluh & ratus US$ tambahan untuk memberikan servis 1-10 sambungan telepon.
Sentral telepon gratisan berupa software seperti di http://www.openh323.org yang biasanya sudah tersedia di Linux & dapat di operasikan di komputer yang kita gunakan. Software sentral telepon ini dapat mengenali nomor telepon +6231 123 4567, sehingga kita dapat dengan mudah berkomunikasi dengan cara menekan nomor telepon seperti layaknya telepon biasa saja.
Tinggal yang kita perlu bangun adalah sambungan jarak jauh 5-7 km-an, hal ini dapat dengan mudah terbangun dengan menggunakan teknologi internet wireless LAN (WLAN) yang berbasis IEEE 802.11b. Investasi Rp. 3.5 s/d 10 juta per sambungan internet wireless memungkinkan kita untuk membangun sambungan berkecepatan tinggi 1-11Mbps yang cukup untuk membawa beberapa ratus saluran telepon. Beberapa card WLAN untuk keperluan komunikasi luar ruangan pada hari dapat diperoleh dengan murah seharga US$65-75 /card. Gilanya sebagian antenna dapat dibuat sendiri, bahkan rekan-rekan di Jogya yang kreatif pada hari ini telah membuat sendiri dari antenna kaleng susu. Untuk jarak lebih jauh s/d 20-30 km dapat pula di bangun menggunakan teknologi internet wireless LAN IEEE 802.11b dengan perencanaan yang lebih teliti.
Sambungan jarak jauh lebih baik bertumpu pada infrastruktur satelit, karena kita menjadi bebas dari berbagai hambatan birokratis yang ada. Memang infrastruktur satelit relatif mahal, bisa mencapai sekitar US$4500-5000 / Mbps / bulan. Tapi jika di share oleh banyak node, misalnya dibagi oleh 10-20 WARNET menjadi sangat feasible sekali secara finansial.
Jika kita perhatikan dalam strategi ini tidak digunakan sama sekali operator telekomunikasi Indonesia, kecuali untuk sambungan satelitnya yang mungkin akan menggunakan operator asing. Sisanya adalah infrastruktur swadaya masyarakat yang kecil & banyak. Hal ini akan sangat menyulitkan bagi penguasa untuk melakukan pemaksaaan & penggerebekan.
Kunci keberhasilan terletak pada kepandaian rakyat Indonesia dalam mengoperasikan infrastruktur tersebut, oleh karena itu proses edukasi masyarakat menjadi sangat penting & strategis, di samping keberhasilan mensupply peralatan yang dibutuhkan ke masyarakat. Memang harus melalui banyak pengorbanan untuk mencapai proses edukasi yang baik, karena kita harus rela melepaskan semua ilmu yang ada ke masyarakat baik melalui CD-ROM, Web, seminar, diskusi mailing list, workshop, talkshow dll.
Perjuangan memang masih panjang, tapi dengan jumlah massa pengguna internet wireless yang pada hari ini mungkin sudah ribuan akan cukup sulit untuk membendung gerakan infrastruktur telekomunikasi rakyat. Merdeka Bung!!!

Read more...

Jumat, Mei 16, 2008

- Setting lynksys WAP 54



Petunjuk-petunjuk dalam mengkonfigurasi WAP linksys 54 G

Pertama kita hidupkan power dari WAP tersebut
Buka Internet Explorer
Ketik Default Ip-nya : 192.168.1.245


Setelah ada Jendela confirmasi, Masukkan password default : admin
Setelah masuk ke settingan WAP-nya disitu akan terdapat banyak pilihan
SETUP :
• Network Setup
Device name diisi :
Configuration type :
- pilih Static IP
- masukkan IP Address dari ISP ( xxx.xxx.xxx.xxx )
- masukkan subnet mask dari ISP ( 255.255.255.0 )
- masukkan Gateway dari ISP ( xxx.xxx.xxx.x)

Setelah itu klik save setting
• AP Mode (Untuk mencari / menangkap sinyal)
Pilih AP client
Lalu klik site survey dan setelah itu pilih sinyal yang anda tuju.
Selalu klik refresh apabila porsentase pointing kurang dari 35%.dan juga jangan lupa atur jarak sudut towernya.
Setelah selesai dan persentase sesuai yang diharapkan maka klik Save.
Untuk mengganti password, maka bisa kita klik administration
Hapus passwordnya dan ganti yang baru.
Klik Save dan apabila disuruh reboot maka tekan reboot.
Biasanya secara otomatis akan keluar dari settingan WAP dan disuruh masuk kembali dengan password yang baru.

Jadi apabila anda akan kembali membuka settingan WAP anda maka bukan IP default lagi yang anda ketikkan di Internet Explorer. Akan tetapi IP yang sudah anda masukkan.
Begitu juga dengan passwordnya.

Selamat Mencoba

Read more...

Selasa, Mei 13, 2008

Cara membuat RTnet

Berikut ini adalah alat dan bahan untuk membuat server (ISP) di kalangan RT/RW

Server
Alat
- Seperangkat MODEM untuk penerima koneksi
- Seperangkat Radio WRT sebagai Router dengan merk Lynkys type 54 G
- Seperangkat Radio WAP sebagai penyebar dengan merk lynkys 54 G
- Seperangkat OMNI 24 dbi sebagai penyebar frekuensi
- Antena Grid 24 dbi
- 1 Unit PC min Pentium IV standart sebagai server
- Kabel UTP sepanjang yang diperlukan
- UPS dengan merk Telbit dengan kekuatan 10-15 menit.
Bahan
- Tiang / Tower minimal sepanjang 18 meter
- Dynabolt secukupnya
- Kawat untuk spender/penyanggah secukupnya
- Kelm untuk penguat tiang ke tembok
- Penangkal petir dan kabel NYA secukupnya
- BOX radio sebanyak radio yang dipasang
- Trap-trapan / pijakan di tiang setiap 40 cm.
Client
Untuk di client banyak pilihan agar client dapat menerima frekuensi dari server :
- Notebook yang mempunyai WiFI (jarak maks. 100 m)
- USB Wifi (jarak maks. 50m)
• Dengan tambahan Wajan / Kaleng bolic ( jarak 100 – 150 m )
- LAN Card Wifi (jarak maks. 50m)
• Dengan tambahan Panel (jarak 50 – 100m)
- Radio WAP (jarak maks. 1 km-2 km)
Bahan (Kecuali Notebook)
- Tiang / Tower minimal secukupnya ( min. 1 m dari atap genting)
- Dynabolt secukupnya
- Kawat untuk spender/penyanggah secukupnya
- Klem untuk penguat tiang ke tembok
- Penangkal petir dan kabel NYA secukupnya (if tiang >5 m dari atap genting)
- BOX radio

Cara Mensetting Radio
- Lynkys WAP 54 G ke Omni (Sebagai Penyebar Frekuensi)
Masukkan power ke radio melalui adaptor yang tersedia
Sambungkan kabel UTP dari Radio AP ke komputer
Di PC, masuk ke IE dan ketikan ip default radio AP ( 192.168.1.254 )
Kosongi di user name dan masukkan password nya (admin )
Setelah itu segera ikuti langkahnya untuk menginstall/mengkonfigurasi Radio
Disini yang diperlukan adalah IP dan Gateway dari WAN (Wide Area Network)

- Lynkys WRT 54 G (sebagai Router)
Masukkan power ke radio melalui adaptor yang tersedia
Sambungkan kabel UTP dari Radio RT ke komputer
Di PC, masuk ke IE dan ketikan ip default radio AP ( 192.168.1.254 )
Kosongi di user name dan masukkan password nya (admin )
Setelah itu segera ikuti langkahnya untuk menginstall/mengkonfigurasi Radio
Disini yang diperlukan adalah IP dari WAN (Wide Area Network)
Dan kita bisa membagi client dengan IP yang kita inginkan (Dengan Segment yang berbeda)
Terdapat dua jenis pembagian IP yaitu Static dan DHCP (Obtain)

- OS dan Software yang diperlukan di Komputer
Operation system : Windows XP keatas
Software : Internet Browser : IE 6 above
Look@LAN = untuk melihat jaringan yang mengakses ke kita
Read more...

Minggu, April 13, 2008

RT-RWnet

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat ISP dalam RT-Rwnet
Kita asumsikan bahwa kita memakai Speddy dalam hal jaringan / Koneksi-nya
Seperti yang saya jelaskan dibawah ini :.

Untuk Server :

Jaringan / Koneksi
Radio Lynkys AP 700,000
Pigtail untuk Lynkys ke Omni 200,000
Radio Lynkys Router WRT 650,000
Omni 24 dbi 1,500,000
Kabel LAN (Belden) UTP 1.000.000

Tower :
Pipa Medium A uk. 2,5 dim
Pipa Medium A uk. 2,25 dim
Pipa Medium A uk. 2 dim
Kawat ukuran besar Secukupnya
Cakar macan + Paku Waja Secukupnya
Penangkal petir + Kabel NYA Secukupnya
Lakban + Dynabolt Secukupnya
Lempengan Besi Dasar
Lempengan Besi Samping 2 (KaKi)
Trap-trapan + Kelm Secukupnya

Sedangkan Untuk Client-nya :

Kaleng USB 1 buah 375000
Pipa 1 6 meter 75000
Tutup pipa 1 1 biji 5000
Klem pipa 1,5 2 biji 5000
Kawat 3mm 1 kg 13000
Paku baja 2 biji 2000

Panel PCI wlan 1 buah 500000
Pipa 1 6 meter 75000
Tutup pipa 1 1 biji 5000
Klem pipa 1,5 2 biji 5000
Kawat 3mm 1 kg 13000
Paku baja 2 biji 2000

Wajanbolic USB 1 buah 450000
Pipa 1 6 meter 75000
Tutup pipa 1 1 biji 5000
Klem pipa 1,5 2 biji 5000
Kawat 3mm 1 kg 13000
Paku baja 2 biji 2000

Antena Grid 1 buah 400000
Access Point Lynkys 650000
Pipa 1,25 6 meter 100000
Pipa 1,5 1 meter 25000
Denabolt 5 biji 15000
Tutup pipa 1,25 1 biji 7500
Klem pipa 1,5 2 biji 7500
Kawat 3mm 1 kg 15000

Untuk lebih jelasnya, bisa telp/sms ke 087851562076 an : Harris Miyahara.
Read more...